Rina, pemilik enam cabang minimarket
Malamnya habis untuk memeriksa rekaman cabang satu per satu dan merekonsiliasi spreadsheet.
Pagi-pagi membuka satu layar: cabang mana yang butuh perhatian dan siapa yang mengerjakannya.
ShelfOps membaca kamera dan data toko yang sudah ada, lalu menuliskannya sebagai buku besar operasional: peringatan, tugas, dan laporan yang bisa diikuti.
| Zona | Orang | Porsi |
|---|---|---|
| Entrance | 25 | 0.41999998688697815% |
| Rak Dapur | 24 | 0.2199999988079071% |
| Chiller | 23 | 0.20999999344348907% |
| Kasir | 25 | 0.15000000596046448% |
Sore: membuka rekaman CCTV cabang satu per satu, mencatat yang terlihat salah di buku catatan.
Daftar peringatan dengan bukti rekaman sudah menunggu; yang perlu dikerjakan siapa terlihat sebelum kopi dingin.
Laporan masalah datang lewat grup chat dan tidak pernah jelas mana yang sudah ditangani.
Setiap temuan menjadi tugas dengan pemilik dan tenggat; statusnya bisa diikuti tanpa bertanya.
Stok di spreadsheet, harga di price book, pengunjung hanya jadi tebakan.
Saldo stok, harga, dan kunjungan zona dibaca dari satu data yang sama.
Menyusun laporan mingguan berarti mengetik ulang angka dari banyak layar.
Laporan terisi dari tugas yang ditutup, bukan dari ketikan ulang.
Melalui fitur Kamera dan Zona,
Kamera CCTV yang sudah terpasang di toko cukup dihubungkan ke ShelfOps, tanpa alat baru. Sistem membaca kondisi rak dan pergerakan pengunjung langsung dari feed kamera, dengan satu ID yang stabil untuk satu orang selama berada di toko. Kamera dulu, foto kemudian: setiap temuan bisa dilacak kembali ke rekamannya.
Melalui fitur Peringatan,
Kamera yang sudah terpasang menghitung pengunjung dengan ID stabil per orang, mencatat zona mana yang dilewati dan berapa lama berhenti. Jam ramai, antrean, dan zona mati terlihat tanpa duduk menonton rekaman.
Baris 1 kehilangan 3 facing
Baris 1 kehilangan 2 facing
Baris 1 kehilangan 2 facing
Melalui fitur Pengunjung,
Saldo stok per toko dan lokasi dengan mutasi yang tidak bisa diedit diam-diam. Price book aktif jadi acuan harga; label di rak yang berbeda justru menimbulkan peringatan, bukan menimpa data.
Melalui fitur Copilot,
PO dikirim ke supplier, barang diterima sebagai GRN, stok bertambah otomatis, dan peringatan rak kosong tertutup setelah kamera memverifikasi. Ketepatan supplier terukur tanpa catatan manual.
Kenapa rak kosong di Bekasi naik minggu ini?
Dua SKU kategori minuman habis sejak Selasa lalu sementara stok tercatat masih 12 unit. Tiga peringatan rak kosong terbuka dan belum ada tugas pengisian.
Ilustrasi persona: situasi fiktif yang lazim di retail, bukan testimoni.
Malamnya habis untuk memeriksa rekaman cabang satu per satu dan merekonsiliasi spreadsheet.
Pagi-pagi membuka satu layar: cabang mana yang butuh perhatian dan siapa yang mengerjakannya.
Laporan masalah datang lewat grup chat dan tidak pernah jelas mana yang sudah ditangani.
Pekerjaan hari ini berjajar sebagai tugas dengan pemilik, tenggat, dan bukti rekaman.
Diminta menjelaskan penjualan yang turun di satu cabang tanpa data dasar.
Angka kunjungan dan ketersediaan rak per toko bisa ditarik lengkap dengan sumbernya.
Buka demo operasional dengan data fiktif yang saling terhubung. Tanpa akun, tanpa backend.